Kamis, 29 Maret 2012

Mencintai Mu Karena Allah

Yang lelaki, pakai celana ketat. semua mau unjuk kuat. Bila berjudi, percaya unsur khufarat. tapi hidup tetap melarat.

Yang perempuan, pakai mini sekerat. suka pakai baju ketat. hingga tak pedulikan lagi batas aurat. Pakai pula yang singkat-singkat. Bila jadi macam ini, siapa lihat pasti tercekat.

Marilah kita mengingat, bahwa dunia hari ini makin singkat, esok atau lusa mungkin kiamat, sampai ...masanya kita semua akan berangkat!

Berangkat menuju ke negeri akhirat. Di sana kita akan ditanya apan yang kita buat.

Umurmu banyak, mana yang untuk ibadat...? Zaman mudamu, apa yang telah kamu buat...? Harta benda, dari mana anta dapat...? Ilmu, adakah anta manfaat...?

Semoga ianya dapat mengingatkan kita supaya segera meninggalkan maksiat dan memperbanyak ibadat.

Rabu, 28 Maret 2012

~*~ CUKUP CINTAI DIADALAM DIAM ~*~

~;;~ Bismillahirrahmaanirrahiim ~;;~
Akhwana Alkiraam Ahibbati Fillah..........
~*~ CUKUP CINTAI DIADALAM DIAM ~*~

Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui..

Saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta..
Izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba...
Mungkinkah dengan redhaNYA atau hanya mengundang murkaNYA..

... Jika benar cinta itu kerana ALLAH..
Maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran ALLAH..
Kerana hakikatnya..
Ia berhulu dari ALLAH..
Maka ia pun berhilir hanya kepada ALLAH..

Atas nama CINTA yang berbalut IMAN dan TAQWA
Cukup cintai dia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan,
dan keikhlasan..
Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan..
Mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan..
Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan..

Serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya..
Biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..

"Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga ."

~Umar Bin Khattab ra~

~~*~~```*~*~~```~~***@***~~```~~*~*```~~*~~
(^_^)

Senin, 26 Maret 2012

Wanita.., Ujian.., Dan Fitnah Dunia ~

Wanita.., Ujian.., Dan Fitnah Dunia ~

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

“Wanita di dunia akan berkata kepada bidadari surga, ‘kami mengerjakan shalat, berpuasa, dan bersedekah, sedangkan kalian tidak melakukannya. Kami, wanita di dunia, akan mengalahkan bidadari surga.’”

- Aisyah Ummul Mukminin r.a. -


Karena aku adalah wanita, maka ijinkan aku berbicara sebagai wanita saudariku dan kepadamu saudaraku kaum muslimin yang dikasihi Allah.

Wanita adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT sebagai makhluk yang memiliki banyak peran. Pada satu sisi ia mampu membawa manusia lainnya ke dalam jannah, namun pada sisi yang lain dimana ketidakmampuan manusia menjalankan tujuan serta tugasnya saat didunia sebagaimana yang Allah telah perintahkan sehingga menyebabkan banyak melakukan dosa/maksiat kepada Allah SWT, ternyata terdapat kelalaian yang disebabkan oleh wanita. Karena itu wanita merupakan bagian dari peringatan kehidupan dunia.

Dunia dengan segala isinya adalah fitnah yang banyak menipu manusia. Dan Rasulullah saw., telah memberikan peringatan kepada umatnya dalam berbagai kesempatan, beliau bersabda dalam hadisnya: Dari Abu Said Al-Khudri ra dari Nabi saw bersabda: ”Sesungguhnya dunia itu manis dan lezat, dan sesungguhnya Allah menitipkannya padamu, kemudian melihat bagaimana kamu menggunakannya. Maka hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama yang menimpa bani Israil disebabkan wanita”

(HR Muslim) (At-Taghaabun 14-15).

Dahsyatnya fitnah wanita telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Bahkan didalam surat ‘Ali Imran 14 menempatkan wanita sebagai urutan pertama yang banyak dicintai oleh manusia dan pada saat yang sama menjadi fitnah yang paling berbahaya untuk manusia.

Rasul Saw bersabda, “Sepeninggalku tidak ada fitnah yang lebih besar daripada wanita” (HR Bukhari, HR Muslim).

Perhatikanlah bahwa ucapan rasul ini adalah peringatan bagi kita kaum wanita agar sangat berhati-hati berbicara, bersikap dan bertindak agar kita tidak menjadi bagian dari fitnah dunia.

Sejarah telah banyak menceritakan baik yang terjadi di masa Bani Israil maupun di masa Rasululullah Saw yang menyangkut wanita yang dijadikan objek fitnah. Kisah seorang rahib yang membakar jari-jari tangannya untuk mengingatkan diri dari azab neraka ketika berhadapan dengan wanita yang sangat siap pakai, kisah penjual minyak wangi yang mengotori dirinya dengan kotoran dirinya agar wanita yang menggodanya lari, dan cerita nabi Yusuf a.s. yang diabadikan Al-Qur’an.

Itu kisah-kisah mereka yang selamat dari fitnah wanita. Sedangkan kisah mereka yang menjadi korban fitnah wanita lebih banyak lagi. Kisah rahib yang mengobati wanita kemudian berzina sampai hamil dan membunuhnya, sampai akhirnya musyrik karena menyembah syaitan. Kisah raja Arab dari Bani Umayyah yang meninggal dalam pelukan wanita dan banyak lagi kisah-kisah lainnya. Dan kisah yang telah diperlihatkan oleh sejarah ternyata bukan menjadi berhenti di suatu akhir masa, karena hingga dunia berakhir dan dihancur leburkan kembali oleh Sang Pencipta maka wanita masih menjadi bagian dari fitnah yang paling berbahaya.

Lihatlah usia dunia yang semakin renta ini, dan lihatlah apa yang terjadi pada banyak umat manusia dahulu dan umat manusia saat ini. Sejarah jahilliyah adalah sejarah kelam hingga kedatangan Islam yang menegakkan panji-panji kebesaran-Nya, mengangkat harkat martabat wanita yang sebelumnya sungguh memilukan, menempatkannya sejajar dalam hak serta kewajibannya untuk beribadah, berperan membangun tegaknya kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Rasulullah saw., pada 14 abad lalu telah menyatakan dalam sebuah hadis yang terkenal disebut dengan hadits Wahn, ”Hampir saja bangsa-bangsa mengepung kalian, sebagaimana orang lapar mengepung tempat makanan. Berkata seorang sahabat, “Apakah karena kita sedikit pada saat itu? Rasul Saw. bersabda,” Bahkan kalian pada saat itu banyak, tetapi kalian seperti buih, seperti buih lautan. Allah akan mencabut dari hati musuh kalian rasa takut pada kalian. Dan Allah memasukkan ke dalam hati kalian Wahn. Berkata seorang sahabat,” Apakah Wahn itu wahai Rasulullah saw ? Rasul saw, bersabda, “Cinta dunia dan takut mati” (HR Abu Dawud).

Secara umum fitnah kehidupan dunia dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk, yaitu: wanita, harta dan kekuasaan.

Dan diantara 3 macam fitnah itu fitnah wanita adalah yang paling besar. Banyak sekali bentuk fitnah wanita, jika wanita itu isteri maka banyak para isteri dapat memalingkan suaminya dari ibadah, dakwah dan amal shalih yang menjadi tanggungjawab utama lainnya. Karena istri yang cinta harta, terkadang dapat menjerumuskan suaminya untuk berbuat dosa dengan mencari harta yg tidak halal, menjadikannya cinta dunia dan lalai akan akhirat. Jika wanita itu wanita selain isterinya, maka fitnah dapat berbentuk perzinaan. Fitnah inilah yang sangat dahsyat yang menimpa banyak umat Islam.

Pertanyaannya, “Bagaimana kita bisa menyelamatkan diri kita agar selamat dari fitnah dan tidak menjadi bagian dari fitnah?”. Ini adalah pertanyaan yang sangat penting untuk dianalisa, dikaji dan dipahami oleh setiap muslimah.

Bagaimana Wanita Muslimah Menyelamatkan Diri

Dari Fitnah

© Hindari gosip


Kalo ditanya acara apa yang menduduki top ranking di banyak stasiun televisi adalah acara yang sangat tidak bermanfaat ini. Berita artis, gosip artis apapun nama bekennya yang sama sekali tidak mendidik. Sangat penting bagi wanita untuk meninggalkan segala bentuk gosip entah itu ikut nimbrung dengar kawan untuk bergosip atau menonton/mendengar acara gosip. Dengan menghindari masuknya gosip maka tidak akan punya bahan untuk bergosip. Ingatlah gosip itu sebagai perbuatan yang sangat menjijikkan (Al-hujurat 12). Yang bermakna :

“Hai orang-orang yg beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain”


© Menjaga pakaian

Wanita tidak hanya harus bisa menjaga pandangannya tetapi terlebih lagi harus bisa menjaga tubuhnya agar tidak menjadi sumber pandangan. Perhatikanlah cara berpakaian kita. Hindari pakaian yang menampilkan lekuk tubuh, bahan yang terlalu tipis, dan terbuka aurat. Namun juga kita harus tetap bisa tampil bersih, rapi, menyenangkan dan syar’i.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).
© Tidak Berhias Berlebihan / Tabarruj

“Tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan segala yang dapat mengundang syahwat laki-laki.”

Ibnul Atsir rahimahullahu berkata: “Tabarruj adalah menampakkan perhiasan kepada laki-laki yang bukan mahram (ajnabi). Perbuatan seperti ini jelas tercela. Adapun menampakkan perhiasan kepada suami, tidaklah tercela. Inilah makna dari lafaz hadits, ‘(menampakkan perhiasan) tidak pada tempatnya’.” (An-Nihayah fi Gharibil Hadits)

Kenyataan yang kita dapatkan di sekitar kita. Berseliwerannya wanita dengan dandanan aduhai, ditambah wangi yang semerbak di jalan-jalan dan pusat keramaian, sudah dianggap sesuatu yang lazim di negeri ini. Bahkan kita akan dianggap aneh ketika mengingkarinya.

Kalau ada yang menganggap larangan tabarruj itu hukumnya khusus bagi istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena mereka adalah pendamping manusia pilihan, kekasih Allah Subhanahu wa Ta’ala, sementara wanita-wanita selain mereka tidak memiliki keistimewaan demikian, maka kita tanyakan: Dari sisi mana penetapan hukum khusus tersebut, sementara alasan dilarangnya tabarruj karena akan menimbulkan fitnah bagi laki-laki?

Al-Imam Abu Bakr Ahmad bin ‘Ali Ar-Razi Al-Jashshash rahimahullahu menyatakan bahwa beberapa perkara yang disebutkan dalam ayat ini (Al-Ahzab: 33) dan ayat-ayat sebelumnya merupakan pengajaran adab dari Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penjagaan terhadap mereka dan seluruh wanitanya kaum mukminin juga dituju oleh ayat-ayat ini7. (Ahkamul Qur`an, 3/471)

Surat An-Nur ayat 60 juga menunjukkan bahwa larangan tabarruj tidak hanya khusus bagi ummahatul mukminin, namun berlaku umum bagi seluruh mukminah. Bila wanita yang sudah tua dan sudah mengalami menopause saja dilarang tabarruj sebagaimana dalam ayat (An-Nur: 60) yang bermakna :

“Dengan tidak bermaksud tabarruj dengan perhiasan yang dikenakan…”

Tentunya larangan kepada wanita yang masih muda lebih utama lagi.
Wanita yang keluar rumah dengan tabarruj hendaknya berhati-hati dengan ancaman yang dinyatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya berikut ini:

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, pertama: satu kaum yang memiliki cemeti-cemeti seperti ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia. Kedua: para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menyimpangkan lagi menyelewengkan orang dari kebenaran. Kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring/condong. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya surga padahal wanginya surga sudah tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.” (HR. Muslim no. 5547)

Kedua golongan di atas belum ada di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun sekarang telah kita dapatkan. Hal ini termasuk mukjizat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana apa yang beliau kabarkan pasti terjadi. (Al-Minhaj, 14/336)
Yang perlu diingat, tidaklah satu dosa diancam dengan keras melainkan menunjukkan bahwa dosa tersebut termasuk dosa besar. Sementara wanita yang keluar rumah dengan berpakaian namun hakikatnya telanjang, yang bertabarruj, berjalan berlenggak lenggok di hadapan kaum lelaki hingga menjatuhkan mereka ke dalam fitnah, dinyatakan tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau surga.

Dengan keterangan di atas insya Allah menjadi jelas bagi kita apa yang dimaukan dengan tabarruj. Hukumnya pun tampak bagi kita, yakni seorang muslimah dilarang keluar rumah dengan tabarruj.
Namun sangat disesalkan kenyataan yang kita dapatkan di sekitar kita. Berseliwerannya wanita dengan dandanan aduhai, ditambah wangi yang semerbak di jalan-jalan dan pusat keramaian, sudah dianggap sesuatu yang lazim di negeri ini.

Bahkan kita akan dianggap aneh ketika mengingkarinya.
Tidak usahlah kita membicarakan para wanita yang berpakaian “telanjang” di jalan-jalan, karena keadaan mereka sudah sangat parah, membuat orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhir bergidik dan terus beristighfar. Cukup yang kita tuju para muslimah yang masih punya kesadaran berislam walaupun mungkin setipis kulit ari, hingga mereka menutup rambut mereka dengan kerudung dan membalut tubuh mereka dengan pakaian sampai mata kaki dengan berbagai model.

Sangat disesalkan para muslimah yang berkerudung ini ikut berlomba-lomba memperindah penampilannya di depan umum dengan model “busana muslimah” terkini dan kerudung ‘gaul’ yang penuh pernak-pernik, pendek, dan transparan.

Sehingga, berbusana yang sejatinya bertujuan menutup aurat dan keindahan seorang muslimah di hadapan lelaki selain mahramnya, malah justru menonjolkan keindahan. Belum lagi wajah dan bibir yang dipoles warna-warni. Tangan yang dihiasi gelang, jari-jemari yang diperindah dengan cincin-cincin, dan parfum yang dioleskan ke tubuh dan pakaian. Semuanya dipersembahkan di hadapan umum, seolah si wanita berkata, “Lihatlah aku, pandangilah aku…”.

Laki-laki yang memang diciptakan punya ketertarikan terhadap wanita, tentunya akan tergoda melihat si wanita keluar dengan keindahannya. Bila tidak ada iman yang menahannya dari kenistaan, niscaya ia akan berpikir macam-macam yang pada akhirnya akan menyeretnya dan menyeret si wanita pada kekejian.

© Betahlah di rumah

Jika tidak punya keperluan yang penting, lebih baik bagi wanita untuk berada di rumah. Jadikan rumah kita sebagai tempat berkumpul dengan teman-teman daripada harus bertemu di café atau tempat-tempat umum lainnya. Jangan lupa untuk mengajak tamu kita untuk sholat atau tilawah bersama dan muliakan dia dengan memberinya hidangan. (tentu teman sesama wanita)


© Memelihara pikiran

Sibukkanlah pikiran kita dengan hal-hal berguna hingga ia tidak memberikan tempat bagi pikiran jelek. Bila kita membiarkan satu pikiran jelek ada dalam otak kita, maka ia akan turun ke hati. Jika ada kesempatan yang pas, maka sadar ataupun tidak sadar kita akan melepaskannya. Bunuhlah pikiran jelek itu sebelum ia membunuh amal kita.

© Hati-hatilah memilih teman

Seperti disebut dalam poin pertama, hendaknya kita menghindari gosip. Salah satu caranya adalah dengan memilih teman yang tepat yaitu teman yang selalu mengajak kepada kebenaran, mengingatkan kita jika salah. Bukan teman yang hanya suka berhura-hura. Rasul berpesan, “Seseorang akan mengikuti cara temannya, maka berhati-hatilah memilih teman yang anda percayai” (HR Abu Daud). Jangan takut untuk melepas teman yang tidak mau diajak kepada kebaikan.

© Hati-hati memilih tempat bersosial

Memilih tempat bergaul juga sangat penting untuk diperhatikan. Tentu bar dan nightclub bukanlah tempat seorang muslim. Jagalah kaki kita agar tidak melangkah ke tempat-tempat yang berpotensi bisa menimbulkan maksiat. Ini adalah peringatan bagi kaum wanita yang bangga dengan sebutan “Miss Sosialita” “Wanita modern yang mesti Gaul”…sadarilah ini bukanlah budaya Islami dan jangan mencampur adukkan budaya dengan aturan yang telah jelas batasannya. Kita tdk bisa mengadaptasi suatu budaya apalagi hodoisme, pluralisme ato banyak ragamnya “isme2” yang tujuannya mengaburkan nilai-nilai murni yang sesungguhnya menghormati kedudukan mulyanya seorang wanita.

© Hati-hati ketika “berselancar”

Dunia internet saat ini, tempat-tempat maksiat bisa dengan mudah ditemui, diwebsite. Juga dalam bersosialisasi didunia maya (facebook, multiply, twitter, dll). Pilihlah teman/ contact yang bisa menambah iman, bukan berteman dengan orang yang suka menuliskan gosip. Selain itu juga perhatikan seluruh media yang kita gunakan mulai dari majalah, koran, televisi, radio, hp, dll. Pilihlah dengan hati-hati, karena mereka bisa mempengaruhi pikiran kita.

© Menikahlah

Bagi siapa saja yang sudah merasa siap hidup berumah tangga baik secara psikologis, agama maupun biologis, sebaiknya ia menikah. Menikah bisa membuat hati lebih tenteram dan sejuk sekaligus menghindarkan dari pikiran-pikiran jelek, mengurangi narsisme dan show off.
Rasul mengatakan menikahlah terlebih dahulu sebagai solusi pertama, baru jika tidak mampu ia disunnahkan untuk berpuasa. “Wahai para pemuda, siapa saja diantara kamu sudah merasa mampu, menikahlah, namun jika tidak mampu menikah, berpuasalah! “(HR Bukhari).

© Berpuasalah

Seperti disinggung diatas, bagi yang tidak mampu menikah sebaiknya berpuasa. Tidak mampu disini bisa jadi karena tidak punya biaya atau belum bertemu jodoh. Bersabarlah dan berpuasalah. Dengan berpuasa hati dan pikiran menjadi lebih tenang karena puasa bisa mengurangi nafsu terhadap dunia (Al- Qurtubi).

© Isi hati dengan Dzikir

Isilah tiap waktu kita dengan dzikir. Dzikir itu seperti petugas keamanan yang melindungi hati kita dari bisikan dan pikiran jahat. Jika hati kita terjaga, insya Allah lidah, hati, kaki, tangan, dan pikiran kita juga akan terjaga.

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra : Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istigfar (memohon ampun). Karena aku melihat kalian lebih banyak menjadi penghuni neraka. Seorang wanita yang cerdik di antara mereka bertanya: Wahai Rasulullah, kenapa kaum wanita yang lebih banyak menjadi penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Kalian banyak mengutuk dan mengingkari kebaikan suami. Aku tidak melihat kurangnya akal dan agama yang lebih menguasai manusia dari kalian, serta besar pula pengaruhnya kepada orang lelaki. Wanita itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah kekurangan akal dan agama itu? Rasulullah saw. menjawab: Yang dimaksud dengan kurang pada akal adalah karena dua orang saksi wanita sama dengan seorang saksi laki-laki. Ini adalah tanda kekurangan akal. Dan seseorang wanita pula akan tinggal beberapa hari dengan tidak mengerjakan sembahyang (kerana kedatangan haid) dan dia pula ada kalanya tidak berpuasa pada Ramadan (kerana kedatangan haid juga) maka ini dan (tanda yang menunjukkan kaum perempuan) kurang amal agamanya (berbanding dengan kaum lelaki).” (Hadis riwayat Bukhari dan Ibn Majah)

Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah“. (HR. Muslim).

Kata penyair tentang wanita,
Perempuan itu bukanlah dilihat dari harta dan kecantikannya
Sekali-kali bukan itu, begitu juga tidak dilihat dari silsilah nenek moyangnya
Tapi perempuan itu dilihat dari kesucian dan agamanya
Dan (dilihat) dari kebaikannya kepada suami dan anak-anaknya
Serta (dilihat) dari ketekunanya dalam menjalankan tugas rumahnya
Dan dia selalu menemanimu dikala suka dan duka

“Tidak berguna bagi Allah taatmu dan tidak mudharat (bahaya) pada Allah maksiat (dosamu) dan sesungguhnya Allah menyuruh kamu berbuat taat dan melarang kamu dari maksiat (dosa) untuk kepentinganmu sendiri.”

Fatimah az Zahra membaca zikir ini di waktu pagi dan sore:

“Wahai Yang Mahahidup dan Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Janganlah Engkau biarkan aku mengurusi masalahku sendiri meski hanya sekejap mata, dan mudahkanlah urusanku semuanya.”

“Ya Allah… Tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami mengikuti yang benar itu. Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar dan permudahkan kami meninggalkannya.”

peta kutacane Aceh Tenggara


Akhir Jaman

Minggu, 25 Maret 2012

SEJARAH SUKU ALAS DAN MARGA-NYA



Ukhang Alas atau khang Alas atau Kalak Alas telah bermukim di lembah Alas, jauh sebelum Pemerintah Kolonial Belanda masuk ke Indonesia dimana keadaan penduduk lembah Alas telah diabadikan dalam sebuah buku yang dikarang oleh seorang bangsa Belanda bernama Radermacher (1781:8), bila dilihat dari catatan sejarah masuknya Islam ke Tanah Alas, pada tahun 1325 (Effendy, 1960:26) maka jelas penduduk ini sudah ada walaupun masih bersifat nomaden dengan menganut kepercayaan animisme.

Nama Alas diperuntukan bagi seorang atau kelompok etnis, sedangkan daerah Alas disebut dengan kata Tanoh Alas. Menurut Kreemer (1922:64) kata "Alas" berasal dari nama seorang kepala etnis (cucu dari Raja Lambing), beliau bermukim di desa paling tua di Tanoh Alas yaitu Desa Batu Mbulan.

Menurut Iwabuchi (1994:10) Raja yang pertama kali bermukim di Tanoh Alas adalah terdapat di Desa Batumbulan yang dikenal dengan nama RAJA LAMBING yaitu keturunan dari RAJA LOTUNG atau dikenal dengan cucu dari GURU TATAE BULAN dari Samosir Tanah Batak, Tatae Bulan adalah saudara kandung dari RAJA SUMBA. Guru Tatae Bulan mempunyai lima orang anak, yaitu Raja Uti, Saribu Raja, Limbong, Sagala, dan Silau Raja. Saribu Raja adalah merupakan orang tuanya Raja Borbor dan Raja Lontung. Raja Lontung mempuyai tujuh orang anak yaitu, Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Aritonang, dan Siregar atau yang dikenal dengan siampudan atau payampulan. Pandiangan merupakan moyangnya Pande, Suhut Nihuta, Gultom, Samosir, Harianja, Pakpahan, Sitinjak, Solin di Dairi, Sebayang di Tanah Karo, dan SELIAN di Tanah Alas, Keluet di Aceh Selatan.

Raja Lambing adalah moyang dari merga Sebayang di Tanah Karo dan Selian di Tanah Alas. Raja Lambing merupakan anak yang paling bungsu dari tiga bersaudara yaitu abangnya tertua adalah Raja Patuha di Dairi, dan nomor dua adalah Raja Enggang yang hijrah ke Kluet Aceh Selatan, keturunan dan pengikutnya adalah merga Pinem atau Pinim.

Kemudian Raja Lambing hijrah ke Tanah Karo dimana keturunan dan pengikutnya adalah merga Sebayang dengan wilayah dari Tigabinanga hingga ke perbesi dan Gugung Kabupaten Karo.

Diperkirakan pada abad ke 12 Raja Lambing hijrah dari Tanah Karo ke Tanah Alas, dan bermukim di Desa Batumbulan, keturunan dan pengikutnya adalah merga Selian. Di Tanah Alas Raja Lambing mempunyai tiga orang anak yaitu Raja Lelo (Raje Lele) keturunan dan pengikutnya ada di Ngkeran, kemudian Raja Adeh yang merupakan moyangnya dan pengikutnya orang Kertan, dan yang ketiga adalah Raje Kaye yang keturunannya bermukim di Batumbulan, termasuk Bathin. Keturuan Raje Lambing di Tanah Alas hingga tahun 2000, telah mempuyai keturunan ke 26 yang bermukim tersebar diwilayah Tanah Alas (Effendy, 1960:36; sebayang 1986:17).

Setelah Raja Lambing kemudian menyusul Raja Dewa yang istrinya merupakan putri dari Raja Lambing. Raja Lambing menyerahkan tampuk kepemimpinan Raja kepada Raja Dewa (menantunya). Yang dikenal dengan nama Malik Ibrahim, yaitu pembawa ajaran Islam yang termashur ke Tanah Alas. Bukti situs sejarah ini masih terdapat di Muara Lawe Sikap, desa Batumbulan. Malik Ibrahim mempunyai satu orang putera yang diberinama ALAS dan hingga tahun 2000 telah mempunyai keturunan ke 27 yang bermukim di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Banda Aceh, Medan, Malaysia dan tempat lainnya.

Ada hal yang menarik perhatian kesepakatan antara putera Raja Lambing (Raja Adeh, Raja Kaye dan Raje Lele) dengan putra Raja Dewa (Raja Alas) bahwa syi’ar Islam yang dibawa oleh Raja Dewa diterima oleh seluruh kalangan masyarakat Alas, tetapi adat istiadat yang dipunyai oleh Raja Lambing tetap di pakai bersama, ringkasnya hidup dikandung adat mati dikandung hukum (Islam) oleh sebab itu jelas bahwa asimilasi antara adat istiadat dengan kebudayaan suku Alas telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Pada awal kedatanganya Malik Ibrahim migrasi melalui pesisir bagian timur (Pasai) sebelum ada kesepakatan diatas, ia masih memegang budaya matrealistik dari minang kabau, sehingga puteranya Raja Alas sebagai pewaris kerajaan mengikuti garis keturunan dan merga pihak ibu yaitu Selian. Setelah Raja Alas menerima asimilasi dari Raja Lambing dengan ajaran Islam, maka sejak itulah mulai menetap keturunannya menetap garis keturunannya mengikuti garis Ayah. Raja Alas juga dikenal sebagai pewaris kerajaan, karena banyaknya harta warisan yang diwariskan oleh ayah dan kakeknya sejak itulah dikenal dengan sebutan Tanoh Alas. Setelah kehadiran Selian di Batumbulan, muncul lagi kerajaan lain yang di kenal dengan Sekedang yang basis wilayahnya meliputi Bambel hingga ke Lawe Sumur. Raja sekedang menurut beberapa informasi pada awal kehadiranya di Tanah Alas adalah untuk mencari orang tuanya yaitu RAJA DEWA yang migran ke Tanah Alas. Raja Sekedang yang merupakan pertama sekali datang ke Tanah Alas diperkirakan ada pertengahan abad ke 13 yang lalu yaitu bernama NAZARUDIN yang dikenal dengan panggilan DATUK RAMBUT yang datang dari Pasai.

Pendatang berikutnya semasa Raja Alas yaitu kelompok Megit Ali dari Aceh pesisir dan keturunannya berkembang di Biak Muli yang dikenal dengan merga Beruh. Lalu terjadi migran berikutnya yang membentuk beberapa marga, namun mereka tetap merupakan pemekaran dari Batumbulan, penduduk Batumbulan mempuyai beberapa kelompok atau merga yang meliputi Pale Dese yang bermukim di bagian barat laut Batumbulan yaitu terutung pedi, lalu hadir kelompok Selian, datang kelompok Sinaga, Keruas dan Pagan disamping itu bergabung lagi marga Munthe, Pinim dan Karo-Karo.

Pale Dese merupakan penduduk yang pertama sekali menduduki Tanah Alas, namun tidak punya kerajaan yang tercatat dalam sejarah. Kemudian hadir pula Deski yang bermukim di kampong ujung barat.Marga

MARGA
Menurut buku (Sanksi dan Denda Tindak Pidana Adat Alas, Dr Thalib Akbar MSC 2004) adapun marga–marga etnis Alas yaitu : Bangko, Deski, Keling, Kepale Dese, Keruas, Pagan, dan Selian kemudian hadir lagi marga Acih, Beruh, Gale, Kekaro, Mahe, Menalu, Mencawan, Munthe, Pase, Pelis, Pinim, Ramin, Ramud, Sambo, Sekedang, Sugihen, Sepayung, Sebayang dan marga Terigan.
[sunting] Seni Tari

Adapun kesenian dari etnis suku Alas (Musyawarah Adat Alas dan Gayo, 2003) :

1. Tari Mesekat
2. Pelabat
3. Landok Alun
4. Vokal Suku Alas
5. Canang Situ
6. Canang Buluh
7. Genggong
8. Oloi-olio
9. Keketuk layakh
[sunting] Kerajinan

Adapun kerajinan tradisional dari etnis alas seperti :

1. Nemet (mengayam daun rumbia)
2. Mbayu amak (tikar pandan)
3. Bordir pakaian adat
4. Pande besi (pisau bekhemu)
[sunting] Makanan Tradisonal

Adapun makanan tradisional dari suku alas adalah :

1. Manuk labakh
2. Ikan labakh
3. Puket Megaukh
4. Lepat bekhas
5. Gelame
6. Puket Megaluh
7. Buah Khum-khum
8. Ikan pacik kule
9. Teukh Mandi
10. Puket mekuah
11. Tumpi
12. godekhr
13. puket sekuning
14. cimpe
15. getuk

(DIKUTIP DARI WIKIPEDIA)

SEJARAH SUKU ALAS DAN MARGA-NYA - AGARA ONLINE

SEJARAH SUKU ALAS DAN MARGA-NYA - AGARA ONLINE